Latest News

Dulu Impor, Sekarang RI Ekspor Bawang hingga Manggis


TOPASINDOPemerintahan Jokowi-JK berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kedaulatan pangan tentunya mampu mencukupi pasokan dari produksi sendiri, bukan dari impor.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pertanian pada 2015, mulai giat mengembangkan kawasan cabai dan bawang merah di luar Jawa, seperti di Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan lainnya. Hal itu membuat pasokan di Luar Jawa tidak lagi tergantung dari sentra di Jawa.

Mengutip keterangan tertulis, hasil mulai terlihat, pada 2016 pemerintah menyetop total impor bawang merah. Di mana pada tahun sebelumnya yakni 2015 pemerintah mencatat impor bawang merah sebesar 17.429 ton dan 74.903 ton pada tahun 2014.


Merujuk data Direktorat Jenderal Hortikuktura Kementan, Selasa (22/5/2018),
terhitung mulai 2016 pemerintah telah mencatatkan hasil yang membanggakan. Misal, bawang merah mampu dipenuhi dari produksi sendiri bahkan surplus, dengan kata lain terjadi swasembada bahkan telah ekspor ke beberapa negara tetangga. Begitu pun kebutuhan cabai bisa dipenuhi sendiri juga.

Capaian tersebut diperkuat dengan data Badan Pusat Statistik yang menyebutkan pada 2017, komoditas hortikultura ekspor naik tajam yakni bawang merah mencapai 7.750 ton atau naik 953,5% dibanding 2016 yang hanya 736 ton.

Prestasi ini menjadikan Indonesia mampu membalikkan keadaan dengan mengekspor bawang merah ke beberapa negara ASEAN. Bahkan pemerintah berencana akan ekspor bawang merah lagi lebih dari 1.000 ton pada Juli 2018.


Asal tahu saja, sepanjang tahun 2016 hingga saat ini, pemerintah menegaskan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi ataupun izin impor bawang merah. Jika ditemukan bawang merah impor yang masuk ke pasar dalam negeri maka perlu dipastikan kebenaran komoditas, informasi dan legalitasnya.

Pasalnya, bawang yang masih diperbolehkan masuk ke Indonesia adalah jenis bawang bombai sesuai dengan aturan yang berlaku serta standar mutu yang diratifikasi bersama dalam ASEAN Standard for Onion.

Fakta tersebut semakin meyakinkan publik bahwa kebutuhan dalam negeri benar-benar telah mampu tercukupi dengan harga yang wajar, bahkan di beberapa sentra harganya cenderung turun karena melimpahnya pasokan.

Selain bawang, ekspor juga dilakukan pada buah manggis. Pada 2017 ekspor tercatat mencapai 9.190 ton, pisang 18.193 ton dan durian 240 ton. Selanjutnya nanas ekspor mencapai 210.026 ton atau naik 51,75% dibanding 2016 hanya 138.400 ton, salak 966 ton atau naik 3,04% dibanding 2016 yang hanya 938 ton.