Latest News

KPK Dalami Keterangan Keponakan Setnov Terkait Penikmat Uang Panas E-KTP


TOPASINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menindaklanjuti nama-nama diduga penikmat uang panas proyek e-KTP yang muncul dalam fakta persidangan. Nama-nama pihak yang kecipratan uang panas e-KTP muncul saat keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi bersaksi untuk Anang Sugiana Sudihardjo.

"Ada banyak nama yang disebut di sidang kemarin, dan peran masing-masing ya. Sebagai fakta persidangan tentu kita akan tindaklanjuti, kita dalami, kita lihat bukti-bukti pendukung yang lain," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (23/5/2018).


Menurut Febri, pihaknya akan mencari bukti-bukti lainnya untuk mendukung fakta persidangan. Sehingga, nama-nama yang sering muncul di persidangan tersebut dapat diproses di tingkat penyidikan.

"Kalau memang ada bukti pendukung yang lain tentu kita perdalam ya, apakah di proses persidangan ini ataupun diproses yang terpisah karena penanganan kasus KTP elektronik ini di pengadilan sedang berjalan dan di proses penyidikan juga sedang berjalan," terangnya.


Irvanto menyebutkan sejumlah nama politikus yang diduga turut kecipratan uang dari proyek e-KTP, seperti Melchias Markus Mekeng, Markus Nari, Chairuman Harahap, Nurhayati Ali Assegaf, Jafar Hafsah, hingga Agun Gunandjar.

"Rinciannya, 1,5 Juta Dollar AS untuk Chairuman, pertama diberikan 500 ribu Dollar AS, berikutnya 1 Juta Dollar AS, terus ke Pak Mekeng sebesar 1 Juta Dollar AS, terus ke Pak Agun 500 ribu Dollar AS dan 1 Juta Dollar AS, terus ke Jafar Hafsah 100 ribu Dollar AS, dan ke Ibu Nur Assegaf 100 ribu Dollar AS," ungkap Irvanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 21 Mei 2018.

Menurut Irvanto, masih banyak nama lain yang turut menerima uang hasil korupsi e-KTP. Sejumlah nama lain yang turut menerima uang panas proyek e-KTP itu disimpan dalam bukku catatannya. Irvanto pun berjanji akan membeberkan nama-nama itu agar mendapatkan statusjustice collaborator (JC).