Latest News

Amukan Gunung Fuego dan Kisah Pilu Desa yang Terhapus dari Peta


TOPASINDO.COM -
Di samping reruntuhan rumah-rumah, seekor anjing berdiri sia-sia menunggu pemiliknya. Dan petugas penyelamat berupaya menyelamatkan hewan piaraan dan ternak menuruni perbukitan. Abu yang menyerupai salju masih terlihat di mana-mana, sementara aroma benda-benda yang hangus terbakar masih tajam tercium.

Lalu tiba-tiba pada hari Selasa, terdengar bunyi peluit, alarm, dan orang-orang pun berlarian panik. Gunung berapi Fuego itu memuntahkan isi perutnya, mengirimkan segumpal awan panas yang menjulang di atas bukit-bukit di sekitarnya. Dalam beberapa menit, situasi menjadi kacau balau. Jalan-jalan disemuti orang-orang yang mencoba menemukan rute ke bawah agar selamat dari amukan murka gunung itu.

Ibu-ibu menggendong anak-anak mereka, dan orang-orang renta dibantu oleh cucu-cucu mereka. Dan siapapun yang memiliki kursi cadangan di mobil lantas menawarkan tumpangan bagi mereka yang lewat. Di tengah-tengah kekacauan seperti itu, ada perasaan bahwa rakyat Guatemala harus bersatu dalam menghadapi kesulitan.




Anggota dinas pemadam kebakaran dan tentara beristirahat di rerumputan di sisi jalan, mengumpulkan tenaga. Lalu hujan tumpah dengan derasnya dan malam pun turun, menghentikan upaya tim penyelamat yang putus asa mencari korban yang selamat.

Bagaimanapun, Rodriguez masih memegang segenggam harapan untuk menemukan kembali keluarganya. "Jika Tuhan menghendaki, saya akan menemukan mereka," katanya lirih. "Ini adalah kehendak Tuhan dan jika dia telah menghendakinya, maka tidak ada yang bisa kita lakukan. Tapi bagaimanapun saya ingin menguburnya dengan benar, sehingga kita tidak perlu menderita lagi," ujarnya.