Latest News

Koko, Gorila Pengguna Bahasa Isyarat Pertama Meninggal di Usia 46 Tahun

topasindo.com - Koko seekor gorila dataran rendah yang diklaim telah berhasil menguasai bahasa isyarat Amerika telah mati di usia 46 tahun. Berita duka itu disampaikan Gorilla Foundation California yang mempelajarinya pada Kamis.

"The Gorilla Foundation sedih untuk mengumumkan meninggalnya Koko kita tercinta," demikian disampaikan lembaga penelitian itu melalui pernyataan yang dilansir Reuters, Jumat (22/6/2018).

Koko adalah satu di antara beberapa primata yang dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Primata lainnya antara lain adalah Washoe, seekor simpanse betina di Washington dan Chantek, orangutan jantan di Atlanta.

Meski beberapa ilmuwan mempertanyakan klaim bahasa isyarat itu, Koko, sang gorila dataran rendah telah menjadi duta bagi spesiesnya yang terancam oleh penebangan dan perburuan liar di habitat asli mereka di Afrika Tengah.

Gorilla Foundation mengatakan, Koko telah menyentuh kehidupan jutaan orang dan menjadi ikon komunikasi dan empati antarspesies.

"Dia dicintai dan akan sangat dirindukan," kata lembaga penelitian itu.
Koko lahir dengan nama Hanabi-ko (bahasa Jepang yang berarti "Bocah Kembang Api ") pada 4 Juli 1971 di Kebun Binatang San Francisco. Tahun berikutnya, Dr Francine "Penny" Patterson mulai bekerja dengan Koko dan mengajarinya bahasa isyarat.

Gorila itu tampil dalam banyak dokumenter dan fotonya dua kali dipajang di halaman muka majalah National Geographic.

Pada 1998, dia menggunakan internet untuk melakukan percakapan online pertama antarspesies dengan mengirimkan komentar seperti “saya suka minum”. Percakapan itu dilakukan melalui penerjemah manusia kepada puluhan ribu peserta online.