Latest News

Setahun Trump menjabat, tentara AS bunuh 500 warga sipil



TOPASINDO
- Dalam laporan Pentagon di hadapan Kongres Amerika Serikat belum lama ini dikatakan hampir 500 warga sipil tewas karena tentara AS di masa satutahun kepemimpinan Presiden Donald Trump.
"Kementerian Pertahanan menyatakan sejumlah laporan bisa dipercaya menyebutkan kira-kira hampir 499 warga sipil tewas dan 169 luka selama operasi militer di Irak dan Suriah melawan ISIS tahun lalu, termasuk melawan Taliban di Afghanistan dan ISIS serta operasi militer di Yaman melawan Al Qaidah," kata laporan Kementerian Pertahanan, seperti dilansir laman CNN, Sabtu (2/6).
Laporan yang memberikan data korban sipil tewas selama operasi kontraterorisme di 2017 itu juga mengatakan Kementerian Pertahanan tidak punya laporan bisa dipercaya soal jumlah warga sipil tewas akibat operasi militer AS di Somalia atau Libya tahun lalu.


Namun laporan itu juga menambahkan, ada 450 laporan tentang jumlah korban sipil di 2017 yang masih diperiksa. Artinya jumlah korban tewas dari pihak sipil masih bisa bertambah.
Laporan Pentagon itu meliputi operasi militer dengan serangan udara dan pertempuran darat.
Selama setahun kepemimpinan Trump, jumlah serangan udara tentara AS meningkat di Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman, dan Somalia. Sedangkan serangan udara di Libya angkanya turun.
Serangan udara ke Afghanistan di tahun lalu mencapai 4.361 kali, sedangkan pada 2016 ada 1.337 kali. Di Suriah pada 2017 serangan udara AS terjadi sebanyak 39.557 kali, di tahun 2016 ada 30.743.