Situs Poker Online Resmi | Agen Poker Terpercaya Di Indonesia

Latest News

Sudirman sebut Jateng darurat korupsi, banyak kepala daerah ditangkap KPK


TOPASINDO.COM -
Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Sudirman Said setuju jika ada yang mengatakan Jawa Tengah daerah darurat korupsi. Menurut dia, dari sekitar 100 kepala daerah yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 30 persen di antaranya berasal dari Jawa Tengah.

"Saya kira tepat kalau Jawa Tengah disebut sebagai daerah yang darurat korupsi. Karena jumlah kepala daerah tertangkap itu, melebihi rata-rata nasional," ujar Sudirman Said saat menjadi pembicara di acara Refleksi 20 tahun Reformasi, dengan tema Memaknai Pancasila & UUD 1945 Dalam Menghadapi Indonesia Darurat Korupsi, di Solo, Sabtu (9/6).

Menurut dia, dari 100 lebih kepala daerah yang tertangkap KPK 33 di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Yang terakhir adalah Bupati Purbalingga, Tasdi.

"Jadi 1/3 kepala daerah yang ditangkap datang dari Jawa Tengah. Padahal Provinsi Jawa Tengah itu 1/34. Jadi 1/34 wilayah mengirim kontingen 1/3," tandasnya.

Ia menyebut dari 33 kepala daerah yang tertangkap tersebut datang dari warna partai yang sama. Said menduga ada hubungan antara tingginya korupsi dengan tingginya kemiskinan di Jateng.

Lebih lanjut Sudirman menyampaikan, alasan kedua mengapa Jawa Tengah disebut darurat korupsi adalah masyarakatnya yang terkesan adem adem saja.

"Seluruh riset mengatakan, lembaga, perusahaan, daerah, negara itu mengatakan ada hubungan antara kemiskinan, kemakmuran dengan korupsi. Makin tinggi korupsi, makin rendah kemakmuran, makin tinggi kemiskinan. Makin rendah korupsi, makin tinggi kemakmuran, makin rendah kemiskinan," katanya.

"Jawa Tengah jangan-jangan, kemiskinan makin tinggi diperangkap, disandera oleh pimpinan daerah yang terus menerus melakukan korupsi. Dan itu harus kita hentikan. Karena itu, menjadi program utama kita adalah menciptakan lapangan kerja yang bersih dari korupsi dan dimulai dari keteladanan," tuturnya.

Dalam diskusi yang diinisiasi oleh Gerakan Selamatkan Indonesia itu juga dihadiri Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung. Ganjar Pranowo yang sebenarnya juga diundang dalam acara tersebut berhalangan hadir.